Definisi sukses menurut Robins dalam bukunya “Unlimited Power : The New Science for Personal Achievements (1986)”( Kekuatan tak terbatas: Ilmu pengetahuan baru bagi prestasi pribadi)” yaitu proses usaha yang sedang berlangsung untuk mencapai hasil lebih. Ada peluang untuk tumbuh secara emosional, sosial, spiritual, psikologis, intelektual dan financial secara berkelanjutan sambil memberi kontribusi dengan suatu cara positif terhadap orang lain.
Oleh karena itu, jalan menuju sukses selalu dan sedang dalam perbaikan yang sedang berjalan. Jalan kearah kemajuan, bukan akhir pencapaian.
Menurut Steven R. Covey (1990) dalam bukunya “The 7 Habits of Highly Effective People: Powerful Lessons in Personal Change” ( Tujuh Kebiasaan Orang yang Sangat Efektif, Pelajaran Penting dalam Perubahan Pribadi).
Covey mengurai tujuh ciri khas orang sukses.
Kebiasaan -1 : Proaktif
Proaktif mengandung arti bahwa selaku manusia kita bertanggung jawab pada kehidupan diri kita sendiri. Perilaku kita adalah fungsi keputusan kita, bukan kondisi kita. Kita memiliki inisiatif dan tanggung jawab untuk mewujudkan sesuatu.(kemampuan memilih respons yang ada). Orang yang sangat proaktif mengenali tanggung jawab itu.
Mereka tidak menyalahkan keadaan, kondisi atau pengkondisian atas perilaku mereka. “Sesungguhnya Tuhan tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Mengubah diri sendiri berarti mengubah penampilan di dalam diri yaitu apa dan bagaimana kita menggambarkan sesuatu, serta apa dan bagaimana kita mengaitkan sesuatu pada diri kita tentang situasi pada saat itu.
Kebiasaan - 2 : Mulai dengan Tujuan Dalam Fikiran Kita
Memulai dengan tujuan dalam pikiran didasari pada prinsip bahwa semua hal diciptakan dua kali. Ciptaan pertama adalah mental (niat atau penyusunan tujuan yang terdiri atas visi, misi dan tujuan) dan ada ciptaan kedua yaitu 7 (tujuh) Karakter Menuju Sukses Fisik terhadap semua hal. Kebiasaan kedua ini didasarkan pada prinsip kepemimpinan pribadi. Kepemimpinan bukanlah manajemen. Manajemen adalah fokus lini bahwa bagaimana saya menyelesaikan sesuatu yang sudah pasti dengan baik?
Kepemimpinan berhubungan dengan lini atas apa yang ingin saya selesaikan ?.
Sedangkan menurut Peter Drucker ”Manajemen adalah melakukan sesuatu dengan benar-benar”.
Kebiasaan - 3 : Utamakan yang Paling Penting
Kebiasaan no. 1 berbunyi ”Anda penggagas, anda bertanggung jawab.” Ini didasarkan kepada empat kualitas unik yang dimiliki manusia, yakni imajinasi, kesadaran, keinginan yang bebas serta kesalahan diri.
Kebiasaan no. 2 adalah ciptaan pertama berupa mental. Ini didasari pada kemampuan untuk memandang melihat potensi, mencipta dengan fikiran kita apa yang pada saat ini tidak bisa dilihat oleh mata kita, dan kesadaran kemampuan untuk mendeteksi keunikan diri kita, serta pedoman pribadi, moral dan etika. Yang dengannya kita akan sangat bahagia mengisi kehidupan ini.
Kebiasaan ke-3 adalah ciptaan kedua. Ciptaan fisik ini adalah dari kebiasaan 1 dan 2 merupakan pelaksanaan yang bebas ke arah terpusatnya pada prinsip untuk menggunakan kebebasan kita dalam memilih hanya melakukan hal penting dalam kehidupan dan tidak membuang waktu untuk kegiatan yang tidak penting baik yang mendesak atau tidak.
Kebiasaan - 4 : Berfikir Menang / Menang
Hal ini memerlukan 3 nilai karakter yakni Integritas, Kedewasaan (keseimbangan antara keberanian dan pertimbangan) dan Mentalitas berlebihan.
Kebiasaan - 5 : Upayakan pertama kali untuk mengerti kemungkinan dimengerti.
Kebiasaan ini merupakan kualitas keberanian yang seimbang dengan pertimbangan. Bukankah Anda pikir yang diperlukan pertama kali adalah keberanian dan pertimbangan, bukannya yang dipahami? Paradigma manakah yang menurut Anda lebih baik diterapkan dalam kehidupan.
”Mengambil dan Memberi” atau ”Memberi dan Menerima”. Di dalam agama diajarkan bahwa ”Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”.
Kebiasaan - 6 : Sinergis
Sinergi adalah aktifitas tertinggi dalam seluruh kehidupan ujian dan menifestasi sejati dari semua kebiasaan lain yang dikumpulkan. Kalau didefinisikan dengan sederhana, sinergi berarti keseluruhan lebih besar dari pada jumlah bagian-bagian itu.
Kebiasaan -7 : Mengasah Gergaji
Kebiasaan ini melingkupi kebiasaan-kebiasaan lain. Karena inilah yang membuat semua kebiasaan lainnya itu menjadi mungkin. Kebiasaan ini memelihara dan meningkatkan aset terbesar yang anda miliki. Kebiasaan ini memperbarui keempat dimensi sifat anda : Fisik, Spritual, Mental dan Sosial/Emosional. Agama mengajarkan kepada kita untuk menyibukkan diri kita, sehingga tak punya waktu lagi untuk mencari kesalahan orang lain.
Bangsa Jepang menerapkan 3 metode Kaizen (Dess & Miller, 1995) sebagai berikut : ”salah satu falsafah eksperimentasi ialah ”kalau anda gagal pada pertama kali, coba-coba......dan coba lagi”. ”Saya akan bertahan hingga saya sukses”.
Ada empat langkah eksperimentasi :
1. Ketahuilah produk Anda (SMART : Specifik, Measureable, Attainable, Relevant and Trackable, dapat diukur, dapat dicapai, relevan dan dapat ditelusuri).
2. Persiapkan diri Anda untuk bertindak dengan memutuskan untuk melakukannya.
3. Perhatikan apa yang Anda peroleh dari tindakan-tindakan Anda.
4. Kalau apa yang Anda peroleh dari apa yang Anda kerjakan tidak berhasil ubahlah pendekatannya.
Ulangi proses tersebut sekali lagi hingga Anda memperoleh produk yang Anda inginkan. Inilah yang disebut dengan ’azam dan sabar. Didalam Agama diajarkan ”Dan jadikanlah sabar dan ibadah menjadi penolongmu, sesungguhnya Tuhan beserta orang-orang yang sabar”.
Teori Kaizen yang kedua adalah benchmarking. Untuk menghemat waktu dan energi gunakan benchmarking, yaitu model perasaan dan rekayasa sebaliknya.
Untuk mempercepat langkah kesuksesan Anda :
1. Ketahuilah produk Anda SMART.
2. Temukan Benchmark, yakni orang yang siap memperoleh apa yang Anda inginkan.
3. Carilah apa yang dilakukan orang itu.
4. Lakukan hal yang sama atau lakukan dengan baik hingga Anda memperoleh hasil yang sama atau bahkan lebih baik.
Keizen ke-3 : Cari sumber keluar, karena tak seorangpun sempurna sehingga mampu melakukan segala sesuatu sendiri. Anda disarankan membuka sumber dari luar (untuk sub-kontrak) untuk kegiatan yang bukan kompetensi inti Anda.
Ada tiga syarat yang diperkukuh guna mencari sumber dari luar yakni : kualitas tinggi, biaya rendah, produk/servisnya tersedia kapan saja kita perlukan (JIT-just-in-timedelivery/pengantar tepat waktu).
Inilah beberapa proses yang perlu diketahui agar bisa berbuat dengan benar dan tepat guna. Di tahun 2007 ini mari kita raih agenda sukses untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Sumber : Bulletin Dakwah
Oleh : H.Bambang Widhyatomo H.M,